
Purwokerto – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berkesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di selasar FKIP UMP dan dihadiri oleh dekan, wakil dekan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FKIP.
GJDJ merupakan agenda rutin yang digelar dalam rangka memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan civitas akademika UMP. Kali ini, Prodi PBSI dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Jangan Terlena dengan Hal yang Dianggap Biasa.” Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa kebiasaan sehari-hari, jika tidak dilandasi kesadaran iman, bisa menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Prodi PBSI atas kesiapan dan semangat dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruh dakwah di lingkungan kampus sebagai bagian dari karakter perguruan tinggi Muhammadiyah.
Sebagai pembicara utama, hadir Ustad Asdi Nur Kholis, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FKIP UMP. Sementara itu, acara dipandu oleh moderator Akhmad Fauzan, M.Pd., Kaprodi PBSI FKIP UMP.
Dalam ceramahnya, Ustad Asdi membawakan materi dengan merujuk pada Q.S. Ali Imran ayat ke-104 dan 110. Ia menjelaskan bahwa dua ayat tersebut menjadi landasan penting bagi gerakan dakwah Muhammadiyah, yakni menyeru kepada kebaikan (amar makruf), mencegah kemungkaran (nahi munkar), dan beriman kepada Allah (tu’minuna billah).

“Sebagai warga Muhammadiyah, kita punya kewajiban untuk terus menyuarakan kebaikan, bukan hanya lewat lisan, tapi juga lewat tindakan nyata. Jangan sampai kita terbiasa melihat kemungkaran tanpa merasa terganggu,” ujarnya penuh semangat.
Ustad Asdi juga mengingatkan pentingnya tidak menganggap hal-hal yang biasa sebagai sesuatu yang remeh. Menurutnya, banyak dosa atau kelalaian yang terjadi justru bermula dari kebiasaan yang dianggap sepele. Oleh karena itu, setiap individu harus senantiasa mawas diri dan menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam menjalani rutinitas.
Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti ceramah dan diskusi yang berlangsung. Di akhir acara, suasana semakin hangat ketika moderator mengajak peserta untuk saling berinteraksi dan berbagi refleksi singkat mengenai isi kajian yang disampaikan.
Melalui kegiatan GJDJ ini, Prodi PBSI tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter religius di lingkungan FKIP UMP. Diharapkan kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi wadah pengingat spiritual bagi seluruh sivitas akademika. (ilh)
Editor: Ilham R.
