
Baturraden, 11 Desember 2024 – Di tengah hiruk pikuk dunia digital yang sarat informasi instan, Dra. Eko Sri Israhayu, M.Hum., menyajikan pelatihan mengenai langkah inovatif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan ekspresif diri siswa. Pelatihan ini dilaksanakan di SMAN 1 Baturraden pada tanggal 11 Desember 2024. Melalui pelatihan literasi dan numerasi yang digelar, sekolah tersebut secara khusus menyoroti pentingnya literasi dengan fokus pada keterampilan menulis puisi.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 40 siswa ini, Dra. Eko menjelaskan dan menekankan bahwa menulis puisi bukan sekadar mengejar keindahan kata, melainkan sebuah proses yang melibatkan seluruh aspek diri. “Menulis puisi adalah cara kita untuk memahami diri sendiri, dunia sekitar, dan menjalin koneksi dengan orang lain,” ujarnya.
Puisi: Jembatan Menuju Diri Sendiri
Lebih lanjut, Dra. Eko menjelaskan bahwa melalui puisi, siswa dapat mengeksplorasi emosi, pikiran, dan imajinasi yang selama ini mungkin terpendam. “Dalam setiap bait puisi, tersimpan cerita unik yang hanya dimiliki oleh penulisnya. Dengan menulis puisi, siswa diajak untuk menggali potensi kreatif yang ada dalam dirinya,” imbuhnya.
Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Ibu”. Pilihan tema ini bukan tanpa alasan. Sosok ibu, dengan segala kasih sayangnya, menjadi inspirasi yang universal bagi setiap individu. Dengan menulis puisi bertema ibu, siswa diharapkan dapat lebih memahami arti penting keluarga dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada sosok yang telah membesarkan mereka.
Inspirasi dari Iwan Fals
Untuk menambah semangat dan wawasan siswa, Dra. Eko juga mengajak mereka untuk mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals yang bertemakan ibu. Lirik-lirik lagu sang legenda musik Indonesia tersebut dinilai mampu membangkitkan emosi dan memberikan inspirasi bagi para penyair muda.
“Lirik lagu Iwan Fals sangat kaya akan makna dan pesan moral. Melalui lagu-lagunya, kita diajak untuk merenung tentang kehidupan, cinta, dan perjuangan. Ini adalah sumber inspirasi yang sangat berharga bagi para siswa,” ungkap pemateri yang juga bisa disapa dengan panggilan Bunda Yayuk ini.
Antusiasme Siswa
Antusiasme siswa dalam mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Mereka terlihat begitu antusias saat mendengarkan penjelasan pemateri dan aktif berpartisipasi dalam diskusi. Salah seorang siswa, Aulia, mengaku sangat terkesan dengan materi yang disampaikan. “Saya baru menyadari bahwa menulis puisi itu menyenangkan. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengungkapkan perasaan saya,” ujarnya.
Senada dengan Aulia, Kalina juga merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Saya jadi lebih peka terhadap keindahan kata-kata. Saya ingin terus menulis puisi setelah mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.
Dampak Pelatihan
Pelatihan menulis puisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa. Selain meningkatkan kemampuan literasi, pelatihan ini juga diharapkan dapat: meningkatkan kreativitas dan imajinasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan rasa empati.
Pemateri yang juga merupakan dosen prodi PBSI FKIP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi SMAN 1 Baturraden untuk terus mengembangkan minat baca dan menulis di kalangan siswa. Dalam era digital yang serba cepat, kemampuan literasi menjadi semakin penting. Melalui pelatihan menulis puisi, SMAN 1 Baturraden telah menunjukkan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Dalam kesempatan tersebut, para peserta menghasilkan karya puisi dengan tema Ibu. Karya-karya para peserta pelatihan memungkinkan untuk dapat dipublikasikan melalui website SMAN 1 Baturraden.
Editor: Asagi Mukti Nur Andhika
