Menuju Pentas Drama 2024: Mahasiswa PBSI UMP Hidupkan Seni Peran Lewat Teater Sajiwa dan Arutala

  • 9 Desember 2024
  • Comment 0

Purwokerto – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tengah mempersiapkan dua pementasan drama yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 Desember 2024. Drama ini digarap oleh dua kelas berbeda, yakni Kelas A dan Kelas B Semester V.

Teater Sajiwa: Persembahan Mahasiswa Kelas 5-A

Latihan Drama Teater Sajiwa Kelas 5-A. (Dokumentasi MedKom PBSI)

Mahasiswa angkatan 2022 dari Kelas A, berjumlah sekitar 29 orang, memilih nama Teater Sajiwa untuk pementasan mereka. Nama ini bermakna doa agar mereka tetap “sak jiwa” (sehati). Drama yang akan mereka pentaskan adalah “Jeng Menul”, naskah karya Puthut Buchori dari tahun 2003. Meski penulis telah wafat, izin penggunaan naskah tetap diupayakan melalui pihak yang terkait.

“Alasan memilih naskah ini karena sifatnya realis, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat para pemeran lebih menjiwai dan sesuai dengan karakter mereka,” ungkap Fauzan Yoga Khafindo, sutradara Teater Sajiwa.

Pementasan ini melibatkan mentor dari alumni PBSI dan demisioner Teater Perisai. Persiapannya sendiri telah berjalan selama dua bulan sejak September, meliputi bedah naskah, casting, dan reading yang berlangsung selama tiga minggu. Namun, sejumlah kendala muncul, seperti kemampuan mahasiswa yang masih pemula (awam) di ranah seni peran, kondisi finansial yang terbatas, hingga konsistensi latihan.

Pendanaan diperoleh melalui iuran dan sponsorship, meski harapan bantuan dari program studi juga diungkapkan. Pementasan ini direncanakan berlangsung pada 18 Desember mendatang.

“Drama ini memang satu kali. Namun, karena kita adalah calon guru, penting bagi kita menguasai ilmu drama ini,” pesan dari Fauzan dan Adiat Yusuf—selaku pimpinan produksi.

Teater Arutala: Kolaborasi Mahasiswa Kelas 5-B dan 7-A/7-B

Latihan Drama Teater Arutala Kelas 5-B, 7-A/7-B. (Dokumentasi MedKom PBSI)

Mahasiswa Kelas 5-B bersama beberapa mahasiswa dari Kelas 7-A dan 7-B membentuk Teater Arutala, dengan total tim sebanyak 36 orang. Drama yang dipilih adalah “Langit Merah”, naskah karya Aldi Pramudya yang sebelumnya pernah dipentaskan di Purwokerto sekitar tahun 2017/2018, namun dinilai kurang berhasil.

“Dipilih melalui voting dari tiga opsi naskah, Langit Merah dianggap menantang dan memiliki isi yang bagus,” jelas Putri Nurul Baeti, pimpinan produksi Teater Arutala.

Persiapan dimulai sejak akhir September, diawali dengan bedah naskah, casting selama satu hari, dan reading. Latihan juga melibatkan fisik untuk menjaga kebugaran. Mentor berasal dari Teater Perisai, dengan progres yang telah berjalan selama dua bulan.

Kendala yang dihadapi meliputi kedisiplinan, konsistensi semangat, hingga keterbatasan tempat latihan dan penyimpanan barang. Pendanaan berasal dari kas dan sponsorship, yang sebagian digunakan untuk membayar mentor.

Pementasan ini akan dilangsungkan pada 17 Desember. “Kami berharap pementasan ini memberikan hasil yang memuaskan. Selain mendapatkan ilmu, semoga segala pengorbanan terbayar dengan sukses,” tutup Reza Dwi Kusnandari selaku sutradara.

Reporter: Tim MedKom PBSI UMP

Editor: Asagi Mukti N.A.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *