
Purwokerto – Kegiatan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, “Mendongeng Kreatif Bermuatan Nilai Moral” sukses diselenggarakan di TPQ Teluk pada Jumat, 4 Oktober 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP). Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terdiri dari dua dosen yakni Dra. Eko Sri Israhayu, M.Hum., dan Dr. Laily Nurlina, M.Pd., dan mahasiswa, Umi Roisatul Mukaromah.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 anak TPQ Teluk yang didampingi oleh para ustaz dan ustazah. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi mendongeng yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum., membuka sesi mendongeng dengan kisah Burung Hud-hud, Nabi Sulaiman, dan Ratu Balqis yang mengandung pesan moral tentang keberanian, tanggung jawab, dan rasa syukur kepada Allah Swt.

Selanjutnya, mahasiswa PBSI FKIP UMP, Umi Roisatul Mukaromah, membawakan kisah Uwais Al-Qarni, seorang pemuda yang dikenal karena baktinya kepada orang tua. Dongeng ini menekankan pentingnya sikap hormat dan pengabdian kepada orang tua.
Antusiasme anak-anak TPQ terlihat sepanjang acara. Mereka dengan penuh semangat menyimak setiap cerita. Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum., menjelaskan pentingnya mendongeng sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. “Mendongeng dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak dini, sehingga anak-anak memiliki bekal untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Laily Nurlina, M.Pd., yang menekankan bahwa mendongeng adalah cara efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral secara alami kepada anak-anak. “Dengan cerita, anak-anak lebih mudah menangkap pesan dan juga nilai-nilai moral cerita,” ujarnya.

Selain sesi mendongeng, kegiatan ini juga diselingi dengan penyerahan buku bacaan untuk koleksi TPQ Teluk. Buku-buku tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya mendukung literasi anak-anak TPQ sekaligus memperkaya bahan bacaan yang bernuansa moral dan religius.
Umi Roisatul Mukaromah, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Melihat anak-anak bersemangat dan terinspirasi dari dongeng yang disampaikan membuat saya merasa kegiatan ini benar-benar bermanfaat,” katanya.
Para ustaz dan ustazah juga menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya menekankan pentingnya mendongeng sebagai media edukasi, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini, ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak menikmati kisah yang menarik, tetapi juga memahami dan mengambil nilai-nilai moral untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Reporter/Editor: (URM)
