Kaprodi PBSI UMP Perkuat Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Capacity Building di Desa Kedungwuluh

  • 26 November 2024
  • Comment 0

Kedungwuluh, Patikraja – Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan (Capacity Building) berhasil dilaksanakan pada Selasa, 19 November 2024, di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Patikraja. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Akhmad Fauzan, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP), yang membimbing para kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi mereka. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada kader posyandu dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam sesi pembukaan, Akhmad Fauzan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para kader yang hadir. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mendukung peran strategis kader posyandu sebagai penggerak utama pelayanan kesehatan.

“Kader posyandu adalah garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan pada masyarakat yang tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang mengedukasi masyarakat. Kader yang kompeten adalah kunci keberhasilan program kesehatan masyarakat. Kemampuan komunikasi yang baik, menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini,” ujar Akhmad Fauzan.

Kegiatan ini juga memberikan pelatihan praktis kepada peserta. Dalam sesi simulasi, para kader diajak untuk mempraktikkan cara memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyelesaikan masalah kesehatan yang sering mereka temui di lapangan. Narasumber memberikan berbagai contoh kasus yang relevan untuk membantu kader memahami penerapan teori dalam situasi nyata.

Selama kegiatan, peserta diajak untuk berpartisipasi aktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Simulasi praktik menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta. Dalam simulasi ini, kader dilatih bagaimana menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami dan menarik perhatian masyarakat.

Acara berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dalam sesi tanya jawab. Narasumber memberikan jawaban komprehensif atas berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara menangani tantangan dalam pelayanan kesehatan hingga strategi mengatasi rendahnya partisipasi masyarakat dalam program posyandu. Di akhir kegiatan, narasumber memberikan pesan kepada para kader agar terus berkomitmen dalam mengabdi kepada masyarakat meskipun tantangan sering kali tidak mudah.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam pemberdayaan komunitas. Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan di Desa Kedungwuluh semakin percaya diri dan kompeten dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, bagi masyarakat.

Editor: Umi Roisatul Mukaromah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *