
Purwokerto – Dalam upaya mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang sastra, Departemen Pemberdayaan Mahasiswa (DPM) HMPS PBSI Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Pelatihan Penulisan Puisi secara daring melalui platform Google Meet pada Senin malam (18/11/2024). Acara ini berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Ilham Rabbani, M.A. dan Jemi Batin Tikal.
Kegiatan ini bertujuan untuk merealisasikan program kerja DPM HMPS PBSI yang bertema pengembangan kemampuan literasi mahasiswa, khususnya dalam bidang puisi. Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Menulis Puisi dengan Memperhatikan Aspek Tekstual dan Ekstratekstual.”
Dalam sambutan pembuka, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Akhmad Fauzan, M.Pd., menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih mendalami seni berpuisi. “Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami bahwa menulis puisi bukan hanya tentang menyusun kata-kata indah, tetapi juga memuat pesan mendalam yang menyentuh pembaca,” ujarnya.
Ketua HMPS PBSI, Fauzan Yoga Khafindo, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung mahasiswa agar lebih kreatif dalam mengeksplorasi ide dan menuangkannya dalam bentuk karya sastra.
Paparan Materi yang Menginspirasi
Ilham Rabbani, M.A., sebagai pembicara pertama, menjelaskan secara mendalam aspek tekstual dalam menulis puisi. Beliau menekankan pentingnya pemilihan diksi, penggunaan majas, dan pengaturan irama untuk menciptakan puisi yang berdaya pikat. “Puisi adalah permainan kata yang harus dapat menyampaikan makna secara eksplisit maupun implisit,” jelasnya.

Sementara itu, Jemi Batin Tikal, sebagai pembicara kedua, mengulas aspek ekstratekstual yang mencakup pengaruh konteks sosial, budaya, dan pengalaman pribadi penulis terhadap proses kreatif. “Puisi yang baik bukan hanya sekadar indah di atas kertas, tetapi juga mampu mencerminkan nilai-nilai yang hidup di sekitar kita,” ungkap Jemi.
Diskusi Interaktif dengan Antusiasme Tinggi
Sesi pelatihan berjalan dengan interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan kedua narasumber. Salah satu peserta, Mahasiswa Semester 5, bertanya tentang bagaimana menyeimbangkan gaya bahasa yang indah dengan pesan moral yang jelas. Pertanyaan ini dijawab secara detail oleh kedua pembicara, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara estetika dan makna dalam puisi.
Acara ini mendapat respons positif dari para peserta, yang mengapresiasi materi yang disampaikan serta cara penyampaian narasumber yang inspiratif. Pelatihan ini ditutup dengan kesimpulan singkat dan motivasi dari pembicara untuk terus menulis dan menjadikan puisi sebagai media refleksi diri.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa PBSI UMP semakin termotivasi untuk menciptakan karya sastra yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna bagi pembacanya. Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa sastra tetap relevan dan mampu menyuarakan suara generasi muda di era modern.

