Optimalkan Kualitas Pengajaran: UMP dan SD Negeri 4 Mersi Gelar Workshop Strategi Berdiferensiasi

  • 22 November 2024
  • Comment 0

Workshop bertajuk “Strategi Berdiferensiasi untuk Sukses di Kelas Rendah dan Tinggi Kombel SIPAT JUTAS” yang diselenggarakan oleh Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan SD Negeri 4 Mersi Purwokerto, pada Jumat (15/11/2024) sukses digelar.      

Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto baru saja menggelar sebuah workshop bekerja sama dengan SD Negeri 4 Mersi Purwokerto. Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terdiri dari dua dosen yakni Asih Ernawati, Ph.D, Dra. Isnaeni Praptanti, M.Pd., dan tiga mahasiswa Umi Roisatul Mukaromah, Rival Fawwaz Fuadi Al-Kasyiri, dan Farhan Nauval Dwiantoro. Acara workshop ini, dibuka oleh Drs. Imam Nadi, selaku pengawas pendidikan, yang menyampaikan bahwa tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru di Purwokerto Timur khususnya, baik di kelas rendah ataupun tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru bisa lebih bergirah dalam mendidik siswa dengan tujuan yakni siswa tak hanya pintar, tapi juga benar dalam berkarakter,” ujarnya.

Peserta workshop ini adalah Kombel (Kelompok Belajar) SIPAT JUTAS yang terdiri dari 13 sekolah dan 30 guru dari Korwilcam Dindik Purwokerto Timur. Kegiatan ini, diawali dengan pemahaman keragaman kemampuan dan gaya belajar anak, pemaparan konsep dan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, serta ragam pembelajaran diferensisasi yang disampaikan oleh Dra. Isnaeni Praptanti, M. Pd. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi dan penugasan tentang strategi dan implementasi pembelajaran serta assesment pembelajaran berdiferensiasi untuk kelas rendah dan tinggi, oleh Asih Ernawati, Ph.D.

Dosen Sastra Inggris FIBK UMP, Asih Ernawati, Ph.D., menekankan pentingnya pemahaman modalitas—apakah siswa lebih dominan dalam aspek visual, auditori, atau kinestetik.

“Kunci utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah memaksimalkan station rotation,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dra. Isnaeni Praptanti, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMP, menekankan bahwa dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah yang harus diadaptasi oleh para pendidik.

Antusiasme peserta workshop sangat tinggi, terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan. Salah satu peserta, Sri Astuti, guru SD Negeri 3 Arcawinangun tertarik pada permasalahan  mengenai upaya dan persiapan penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Sementara itu, Tri Hastuti, S.Pd., guru dari SD Negeri 4 Mersi memfokuskan pertanyaan mengenai bagaimana cara melakukan evaluasi yang benar dan efektif dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

Asih Ernawati, Ph.D., menegaskan, bahwa sebelum bisa menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus tahu terlebih dahulu modalitasnya dan mengenali peserta didik dengan mengobservasi mereka sewaktu sedang menjelaskan materi dan untuk assesment dilakukan berbeda untuk setiap modalitas visual, auditori ataupun kinestetik.

“Ketika mengajar, kita biasanya tahu anak-anak yang menonjol atau anak-anak yang memerlukan bantuan. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, akan ada dua kemungkinan: Apakah akan lebih efektif ketika anak dikelompokkan berdasarkan kemampuan yang sama atau dikelompokkan dengan beragam kelompok kemampuan,” tuturnya.

Di akhir acara, V.R. Indah Hapsari dari SD Karitas, mengungkapkan kesan dan pesannya dalam mengikuti kegiatan workshop.

 “Workshop ini sangat bermanfaat sebagai pegangan praktis bagi kami dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih variatif.” ujarnya.

Melalui workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi guru, dengan memberikan wawasan baru dan strategi praktis bagi para guru dalam menghadapi berbagai karakter dan kemampuan peserta didik serta tantangan menghadapi pembelajaran modern.

Reporter/Editor : Umi Roisatul Mukaromah     

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *