
Purwokerto – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UM Purwokerto) kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia sastra. Karya mereka berhasil dipublikasikan dalam tiga antologi yang diterbitkan oleh Yayasan Kebudayaan Nusantara Raya (YK Nura). Antologi tersebut merupakan hasil dari workshop cerpen, puisi, dan esai yang digelar pada Juli 2024 di Hetero Space Purwokerto, dengan pendanaan dari Badan Bahasa Kemdikbudristek Republik Indonesia.
Antologi pertama, Samiri, merupakan kumpulan cerpen dengan pengantar Dr. Teguh Trianton, M.Pd. Karya Herba Anggun Wilma Anggraeni, Kanahaya Wisetyo Putri Mandiri, Asti Tiana Ningrum, dan Prita Teresna Madona, turut menghiasi antologi ini. Setiap cerpen menghadirkan tema yang beragam, mulai dari dinamika sosial hingga refleksi budaya lokal.

Untuk antologi puisi, Kemanusiaan Adalah Perahu, karya Umi Roisatul Mukaromah, mahasiswa PBSI, bersanding dengan puisi Ilham Rabbani, dosen PBSI UM Purwokerto. Buku ini memiliki pengantar dari Bayu Suta Wardianto, M.Pd., yang menyoroti bagaimana puisi dapat menjadi medium refleksi terhadap isu-isu kemanusiaan dalam perspektif universal.
Sementara itu, antologi esai bertajuk Persoalan Kearifan Lokal dan Keindonesiaan dalam Beberapa Perspektif memuat esai Umi Roisatul Mukaromah bersama Ilham Rabbani. Dengan pengantar Hari Sulistyo, M.A., buku ini menggali isu kearifan lokal dan identitas nasional dari berbagai sudut pandang, menunjukkan kedalaman analisis para penulisnya.

Workshop yang menjadi awal dari publikasi ini dibuka oleh sambutan dari Prof. Dr. Abdul Wachid B.S., M.Hum., yang menekankan pentingnya regenerasi penulis untuk menjaga eksistensi sastra Indonesia. Dalam sambutannya, ia juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa PBSI UM Purwokerto yang membawa nafas segar bagi dunia sastra modern.
Prodi PBSI UM Purwokerto memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa melalui surat tugas yang dikeluarkan oleh Kaprodi Akhmad Fauzan, M.Pd. Dukungan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan workshop dan menyalurkan kreativitas mereka dalam bentuk karya tulis yang berkualitas.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PBSI tidak hanya mampu berprestasi di ranah akademik, tetapi juga memiliki daya cipta yang tinggi di bidang sastra,” ujar Akhmad Fauzan, M.Pd., saat ditemui.
Antologi-antologi ini tidak hanya menjadi pencapaian individu para penulis, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan literasi dan budaya menulis di Indonesia. Karya mereka kini dapat dinikmati oleh khalayak luas sebagai bukti bahwa sastra masih menjadi wadah penting untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan.
