Purwokerto – Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah perhelatan Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia ke-46 (PIBSI XLVI) pada Selasa, 29 Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai akademisi, peneliti, dan praktisi bahasa serta sastra Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membahas pengembangan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menjawab tantangan zaman.
Pada pembukaan acara, Dr. Wati Istati, Dr. Wati Istati, M.Pd. Ketua Umum Asosiasi Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI), memberikan sambutan yang penuh semangat. Dalam sambutannya, Dr. Wati Istati, M.Pd., menjelaskan bahwa ADOBSI merupakan bagian dari sejarah panjang PIBSI yang telah ada beberapa tahun lalu dan hingga kini konsisten dalam pengembangan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “ADOBSI, atau Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, sebenarnya merupakan anak dari PIBSI. Kami berusaha melanjutkan visi dan misi yang telah diamanatkan, yakni mengembangkan pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) agar semakin relevan di tengah perubahan zaman,” jelas Dr. Wati Istati, M.Pd..
Ia menegaskan bahwa ADOBSI berkomitmen untuk selalu mendukung dan melanjutkan kegiatan PIBSI, yang dinilai sebagai wadah penting dalam memajukan pendidikan bahasa dan sastra. Menurutnya, PIBSI adalah ajang tahunan yang sangat berharga bagi para dosen, akademisi, dan praktisi untuk bertukar ilmu, pengalaman, serta inovasi dalam pengajaran bahasa dan sastra. “Kegiatan PIBSI akan terus diadakan setiap tahun, terutama di wilayah Jawa Tengah, agar kita semua dapat terus bersinergi dan saling mendukung untuk memajukan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Dr. Wati juga menjelaskan bahwa salah satu visi utama ADOBSI adalah mengembangkan dan meningkatkan kualitas pengajaran PBSI agar lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini. ADOBSI memiliki misi untuk terus berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik agar siswa-siswa di berbagai tingkatan pendidikan semakin tertarik mendalami Bahasa dan Sastra Indonesia.
Selain itu, Dr. Wati menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas untuk memastikan bahwa Bahasa Indonesia terus berkembang sebagai bahasa kebanggaan bangsa. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari para akademisi dan praktisi bahasa dalam membimbing generasi penerus agar tetap mencintai dan memahami budaya serta bahasa nasionalnya.
PIBSI tahun ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antar berbagai pihak, terutama antara ADOBSI dan PIBSI sebagai dua organisasi yang memiliki visi dan misi sejalan dalam pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dr. Wati menyatakan harapannya agar hasil diskusi dan pemikiran dalam PIBSI XLVI ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pengajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga mampu membangkitkan minat para pelajar terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Acara PIBSI XLVI di UMP ini diisi oleh berbagai pemaparan ilmiah dan diskusi panel yang berfokus pada inovasi dan metode baru dalam pembelajaran PBSI, serta upaya pelestarian sastra daerah sebagai bagian dari budaya bangsa. Seluruh peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendiskusikan strategi pembelajaran yang lebih adaptif untuk menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Dengan terselenggaranya PIBSI XLVI ini, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi, khususnya di wilayah Jawa Tengah. PIBSI di Purwokerto ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memajukan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai warisan budaya yang tetap relevan dan diapresiasi oleh generasi mendatang.
