Purwokerto – Pada Selasa, 29 Oktober 2024, Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dipenuhi oleh para akademisi, mahasiswa, dan tokoh pendidikan dalam rangka Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia ke-46 (PIBSI XLVI). Acara tahunan yang tahun ini bertema “Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era VUCA Berbasis Kearifan Lokal” ini menjadi wadah diskusi penting untuk menghadapi tantangan pendidikan bahasa di tengah situasi yang Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambiguous (VUCA) yang semakin dinamis.
Suasana semarak sudah terasa sejak praacara dengan penampilan budaya lokal khas Banyumas. Anak-anak dari Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Purwokerto membawakan pentas kenthongan dengan lagu-lagu daerah seperti “Baturraden,” “Tanah Airku,” dan “Prau Layar.” Tidak ketinggalan tarian Lenggok khas Banyumasan yang memukau para tamu undangan dengan nuansa kearifan lokal yang kuat, seolah menggambarkan semangat tema yang diusung.
Sambutan disampaikan oleh Dr. Eko Muharudin selaku Ketua Panitia PIBSI. Ia menyatakan bahwa pemilihan tema Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era VUCA Berbasis Kearifan Lokal berbasis kearifan lokal bertujuan untuk membekali peserta dengan wawasan kontekstual yang relevan, serta dialog konnstruktif yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, Ia juga mengatakan, bahwa terdapat 310 peserta yang hadir dalam PIBSI, yakni terdiri dari 123 pemakalah dan 187 peserta mahasiswa.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, di antaranya Dr. Wati Istati, Dr. Sudaryanto, dan Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M. Hum. Acara ini juga dihadiri oleh para tamu kehormatan, seperti Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., Dekan FKIP UMP, dan Drs. Joko Wiyono, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Banyumas. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh terhadap pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra yang berbasis pada kearifan lokal.
Sepanjang acara, para peserta berdiskusi aktif dalam sesi tanya jawab yang diharapkan dapat membuahkan solusi inovatif bagi pendidikan bahasa dan sastra. PIBSI XLVI di Purwokerto ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret, baik untuk pengembangan kurikulum maupun metode pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang kontekstual serta relevan dengan tantangan era VUCA.
Reporter/Edditor: Anggraeni Kartika Sari
