Prodi PBSI Borong Posisi Tiga Lulusan Terbaik pada Yudisium FKIP UMP

  • 12 Februari 2024
  • Comment 0
Athaya, Demas, dan Dian saat menerima penghargaan dari Dekan dan Wakil Dekan FKIP UMP.

PBSI UMP — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) berhasil meraih tiga urutan terbaik pada Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), pada hari Sabtu, 3 Februari 2024. Ketiga lulusan terbaik tersebut atas nama Athaya Ridha Prikusuma sebagai terbaik pertama, Iqbalva Demas Wibowo sebagai terbaik kedua, dan Siti Nur Dian Khasanah sebagai terbaik ketiga. Ketiganya sama-sama merupakan mahasiswa angkatan 2020 yang telah menempuh studi selama 3 tahun 4 bulan.

Pada Yudisium Periode Februari 2024, FKIP meluluskan total 89 sarjana, dengan Prodi PBSI menjadi penyumbang lulusan terbanyak, yakni 32 orang. Baik Athaya, Demas, maupun Dian, masing-masing memperoleh predikat “Dengan Pujian” (Cum Laude), dengan rincian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86, 3,83, dan 3,81.

Organisasi dan Kegiatan Selama Studi

Bukan hanya menumpukan target pada nilai-nilai dan IPK, atau sekadar kegiatan kuliah-pulang-kuliah-pulang semata, tetapi Athaya, Demas, dan Dian pun pernah aktif dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI). Berorganisasi di dalam prodi, juga tidak lantas menyurutan semangat mereka untuk berkegiatan di luar prodi dan kampus.

Dian, misalnya, menjelaskan bahwa ia pernah ikut kepanitiaan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Ahmad Dahlan Fair (ADF) di lingkup internal kampus. Di luar, ia juga tercatat pernah mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM). “Awalnya terlibat sebagai pendamping di Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM 2), yang berlanjut ke program MBKM, yaitu Kampus Mengajar Angkatan 5,” jelas Dian.

Sementara itu, selain aktif di HMPS PBSI sampai akhir periodenya, sosok Demas juga aktif dalam menawarkan jasa dokumentasi sebagai vendor dari DEMSCREATIVE. Adapun Athaya, di luar aktivitasnya di HMPS PBSI, ia tercatat sebagai bagian dari mahasiswa Kelas Elite, salah satu kelas yang dala Intensive English (IE) selain Kelas Reguler. Kelas Elite sendiri dilaksanakan lebih intensif daripada Kelas Reguler. Athaya juga terlibat sebagai Angkatan pertama Blantara Kids, sebuah media literasi untuk anak usia 6-12 tahun, dengan karya yang pernah ia buat di media tersebut berupa cerita anak berjudul “Mimi dan Mata Kelinci Fufu”.

Kaprodi PBSI, Akhmad Fauzan, M.Pd., saat memberikan ucapan selamat kepada para lulusan FKIP UMP.

Prestasi Berkesan dan Membanggakan

Kesibukan berorganisasi tidak menghentikan mereka untuk tetap menorehkan prestasi yang membanggakan orang tua dan nama prodi PBSI FKIP UMP. Ketiganya cukup mahir dalam memanajemen waktu antara belajar, kuliah, dan mengikuti organisasi di kampus.

Bagi Dian, prestasi yang berkesan serentang masa menempuh studi di UMP adalah keikutsertaannya dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di level universitas. Kendati belum meraih hasil maksimal, namun Dian tidak berkecil hati sama sekali—ia mengaku sangat menikmati prosesnya.

Demas sendiri pernah meraih prestasi dalam bidang perfilman dengan meraih Juara ke-2 untuk konten Profil Prodi diselenggarakan di Jepara, kemudian Juara ke-2 dalam Ajang Film Nasional UMM, Juara ke02 Vlog Kabupaten Banyumas dengan tema “Kesehatan” pada tahun 2020, dan lain sebagainya.

Adapun Athaya menjelaskan prestasi yang berkesan baginya ialah pengalaman saat mengikuti kegiatan KKN Internasional. “Pernah mengikuti kegiatan KKN Internasional ke Malaysia selama 25 hari adalah hal yang amat berkesan dan membanggakan bagi,” imbuhnya.

Akhmad Fauzan, M.Pd. berfoto bersama para lulusan Prodi PBSI FKIP UMP.

Pesan dan Kesan

Dengan keikutsertaan pada Program MBKM dan lain sebagainya, Dian memberikan saran untuk mengerjakan tugas dan lainnya berdasarkan prioritas. Baik Dian maupun Athaya sama-sama memberikan semangat untuk mahasiswa Prodi PBSI FKIP UMP yang saat ini masih menempuh studi. “Teman-teman harus tetap semangat dalam menempuh kuliah, semangat sampai akhir, jangan mudah menyerah! Jadilah orang yang mencari jalan, bukan alasan,” tegas mereka.

Di sela-sela perbincangan dengan Tim Pers Prodi PBSI FKIP UMP, Demas juga berharap agar PBSI mempertahankan akreditasi “Unggul”-nya, serta dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang dimilikinya untuk dapat lebih menunjang kebutuhan mahasiswa. “Selama kuliah di Prodi PBSI itu asyik, dosennya seru-seru. Jangan lupa: yang paling spesial itu juga bertemu dengan pujaan hati yang sekarang sudah tak jadi pujaan hati lagi,” kelakarnya di akhir wawancara.

Terkait dengan prestasi yang ditorehkan lulusan Prodi PBSI FKIP UMP ini, Akhmad Fauzan, M.Pd. selaku Ketua Program Studi berpesan, “Selamat untuk capaian yang diperoleh lulusan Prodi PBSI FKIP UMP, yakni Athaya, Demas, dan Dian! Ketiganya memang merupakan mahasiswa berprestasi, berhasil menempuh studi kurang dari empat tahun, dan saya pikir amat layak menyabet posisi dan penghargaan sebagai tiga lulusan terbaik tersebut. Harapannya, ketiganya bisa menjadi corong dalam mempromosikan Prodi PBSI yang unggul dan istimewa, yang terbukti pula alumnus-alumnusnya insyaallah siap berprestasi dan terus bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Lulus dari PBSI FKIP UMP merupakan awal bagi perjuangan yang baru, bawalah nama almamater kita yang keren!”

Penulis: Tim Pers Prodi PBSI FKIP UMP

(Reporter: Asagi Mukti N.A. & Inaya Fatul Ifa  |  Editor: Ilham Rabbani)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *