// Endah Beri Tips Jadi Reporter Majalah Sekolah

Endah Beri Tips Jadi Reporter Majalah Sekolah

Suatu media sekolah akan menjadi hidup jika didukung adanya reporter atau wartawan sekolah yang handal. Melalui reporter yang handal diharapkan dapat memberitakan hal-hal yang dilakukan pihak sekolah kepada khalayak, sehingga keberadaan media sekolah dapat berfungsi sebagai media komunikasi. Di antaranya dapat mengkomunikasikan kepada khalayak tentang prestasi yang dimiliki sekolah, program-program sekolah, kalender akademik sekolah, dan sebagainya.

Endah Kusumaningrum dalam Workshop Majalah Sekolah yang diselenggarakan di MAN Purbalingga pada 10 Maret 2017 lalu, memberikan tips menjadi wartawan sekolah yang baik. “Dimulai dari kerapian pakaian yang sopan, sikap wawancara yang santun,” ujar Endah yang merupakan alumni Prodi PBSI, FKIP UMP pada peserta tentang syarat menjadi wartawan yang baik.

Sebab  menurut Endah, yang kini sedang menempuh studi lanjut di program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia di UMP, penampilan seorang wartawan merupakan hal pertama yang dilihat narasumber. Apalagi bagi seorang reporter majalah sekolah tentu akan dinilai nara sumber, jika reporter tidak terkesan sopan dalam berpakaian akan mengganggu suasana wawancara yang sudah disepakati. Hal lain yang laik diperhatikan bagi reporter sekolah menurut Endah adalah sikap reporter saat wawancara. Menurut Endah, sebaiknya reporter tidak menggurui, memotong ucapan,  dan tidak membantah pernyataan narasumber. Endah menyarankan lebih lanjut agar kegiatan wawancara dapat berjalan lancar maka reporter harus memiliki persiapan bahan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Ragam pertanyaan yang berdasar pada prinsip 5W+1H. Selain itu reporter menyiapkan pula peralatan yang dibutuhkan, misalnya: tape recorder, kamera, alat tulis. Kepada 23 siswa MAN Purbalingga yang menjadi peserta workshop, siang itu Endah menyampaikan materi workshop yang tentang Teknik Wawancara dan Menulis Berita.

Dalam workshop tersebut  Endah menyampaikan pula materi tentang menulis berita.  Menurut Endah, dalam penulisan berita dikenal adanya teknik menulis berita dengan model piramida terbalik. Dalam teknik ini terdapat lead (kepala berita), body (tubuh berita), leg (kaki berita). Teknik menulis berita menggunakan piramida terbalik adalah teknik penulisan yang mengutamakan hal-hal penting terlebih dahulu untuk selanjutnya menuju bagian yang kurang penting. Teknik piramida terbalik yang biasanya digunakan oleh penulis berita yang ada di koran-koran.

Setelah selesai menyampaikan materi, Endah memberikan tugas pada peserta untuk  berperan sebagai narasumber dan wartawan. Setiap peserta berpasangan tidak lebih dari 2 anak. Endah sudah menyiapkan kertas undian yang berisi peran yang harus dimainkan oleh peserta. Peserta diberi waktu 10 menit untuk menyusun pertanyaan, 15 menit untuk wawancara dan 15 menit lagi untuk menyusun informasi yang diperoleh menjadi sebuat berita. Peserta sangat antusias dalam mempraktikkan peran yang mereka dapatkan. Dengan waktu terbatas, peserta belajar menulis berita yang baik. (Luluk -2/2017)