// Penanaman Literasi Sejak Dini

Penanaman Literasi Sejak Dini

            Literasi dapat dimuali dari hal kecil. Hal ini demikian karena sebelum seorang anak dapat berinteraksi dengan dunia luar, peran orang tua dalam memberikan ilmu pengetahuannya sudah dimulai dari seorang anak mampu berbicara. Konsep ini dapat dibuktikan dengan peran orang tua yang selalu mengajak anaknya untuk berlatih berbicara ataupun membca, meskipun anak tersebut belum bisa memahaminya dengan jelas. Dengan konsep ini, literasi menjadi satu hal penting dalam perkembangan seorang anak.

            “Minat baca pada seorang anak sebenarnya sudah 100%”, tutur Heru Kurniawan sebagai salah satu pemateri seminar nasional yang diselengarakan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyumas pada 13 April 2019. Pendapat Heru Kurniawan memang benar. Sejatinya pada diri seorang anak sudah tertanam minat baca yang tinggi. Namun dengan perjalanan pendidikan yang ditempuhnya, membuat minat baca pada seorang anak semakin berkurang. Hal ini karena konsep yang ditangkap seorang anak menjadi berbeda, apabila orang tua atau guru dalam menyampaikan bahan materi kurang tepat atau kurang diminati oleh seorang anak.

            Sementara itu, konteks literasi yang ada di sekolah-sekolah menjadi kurang diminati karena peran guru dalam meningkatkan minat baca pada siswa kurang maksimal. Hal inilah yang menyebabkan minat baca pada anak semakain berkurang. Alhasil literasi di Indonesia kalah jauh dengan negara lain seperti, Jepang dan Korea.

            Kegiatan seminar nasional yang pada siang itu berjalan semakin bermakna. Ini karena Heru Kurniawan yang merupakan alumni mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang bertindak sebagai pemateri sekaligus bertindak sebagai penggerak literasi di Rumah Kreatif Wadas Kelir banyak memberikan pegetahuan baru tentang pandangan kita terhadap literasi.

            “Semakin tinggi jenjang pendidikan, bertambahlah tinggi minat baca pada diri kita”, itulah tuturan nasihat Heru Kurniawan untuk terus meningkatkan gerakan literasi di sela-sela menyampaikan materi seminarnya.

            Kegiatan seminar nasional sekaligus pelantikan anggota Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyumas diikuti banyak peserta. Kegiatan tersebut ternyata tidak hanya dihadiri dari mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Namun kegiatan seminar nasional itu juga dihadiri oleh mahaiswa dan dosen dari Universitas Peradaban dan Universitas Jenderal Soedirman. (Davit)