Tim UMP Berikan Ilmu Inovasi Olahan Emping Melinjo

Pengolahan pangan dengan teknik terbaru di era modern menjadi hal penting yang harus dikembangkan. Melalui teknik pengolahan pangan tersebut dapat meningkatkan penghasilan dari para perajin olahan pangan. Tidak dapat dimungkiri bahwa para perajin olahan pangan di daerah-daerah Indonesia masih memiliki nasib yang jauh dari tingkat kesejahteraan. Apalagi melihat perkembangan alat yang digunakan masih menggunakan alat tradisonal. Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto saat meninjau di tengah-tengah para perajin olahan pangan emping melinjo, banyak ditemukannya para perajin masih menggunakan alat tradisional yang digunakan untuk memproduksinya. Tidak hanya itu, proses pengemasan dan pemasaran yang digunakan masih kurang memberikan inovasi pada hasil produksinya sehigga hasil dari produksinya belum begitu banyak menarik konsumen.

            Istikhanah, seorang ketua kelompok perajin emping Melinjo di desa Pagenjahan, Kalierang – Bumiayu menegaskan bahwa fenomena ini kiranya sudah berlangsung turun-temurun, “Para perajin emping melinjo kurang mengikuti perkembangan teknik olahan pangan. Namun melalui pelatihan inovasi pengolahan pangan dari tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto diharapkan dapat meningkatkan harga produksi olahan emping melinjo.”

           Berlanjut dengan kegiatan pelatihan yang diadakan pada 16 Juni 2014 tersebut, untuk memberikan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para perajin emping melinjo, Ani Kusbandiyah, Eko Sri Israhayu, dan Sukristanto selaku tim dan sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto memberikan inovasi berupa rasa emping melinjo yang berbeda, yaitu rasa udang, pedas, gurih manis, pedas manis, dan gurih asin.

            Pelatihan inovasi pengolahan pangan berbahan baku emping melinjo ini disambut baik oleh warga dan para perajin emping melinjo. Kurang lebih 45 warga menghadiri kegiatan pelatihan ini. Pada proses pelatihan, banyak harapan yang muncul dari para perajin emping melinjo. “Pelatihan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan hasil produksi emping melinjo,” ujar Taslikha salah satu peserta pelatihan inovasi pengolahan pangan berbahan baku emping melinjo

            Tidak hanya inovasi tentang rasa, dengan kecanggihan mesin pemipih emping melinjo yang mempunyai kecepatan produksi 1 emping/detik akan menambah kualitas produksi menjadi lebih baik. Selain menggunakan mesih pemipih, proses pemasarannya juga akan menggunakan pengemasan yang menarik. Bilamana inovasi ini terus dikembangan, tentu akan memperbaiki pendapatan para perajin emping melinjo dan juga secara cepat akan menghapus angka kemiskinan masyarakat. (Davit)

Hubungi Kami

  Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Universitas Muhammadiyah Purwokerto

  Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202

  Purwokerto 53182

  Kembaran, Banyumas

  Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 134

  Fax  : (0281) 637239