Eko Israhayu Berbagi Pengalaman Mengelola Majalah Sekolah di MAN Purbalingga

Mengelola majalah sekolah itu asyik,” demikian dinyatakan Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum.,di hadapan siswa MAN Purbalingga, 24 Februari 2017 lalu saat menjadi pemateri Workshop Pengelolaan Majalah Dinding di MAN Purbalingga.

Bunda Yayuk, demikian Eko Israhayu biasa disapa menyampaikan sejumlah pengalamannya dalam mengelola majalah sekolah.

Read more: Eko Israhayu Berbagi Pengalaman Mengelola Majalah Sekolah di MAN Purbalingga

Membaca Sebagai Kebutuhan

Membaca Sebagai Kebutuhan

 

Purwokerto - Gerakan literasi di sekolah dan lingkungan akademik lainnya (kampus) tidak akan efektif. Gerakan ini juga berpotensi hanya sebatas slogan semata atau gagal menumbuhkan tradisi literasi. Lantaran tradisi ini hanya akan tumbuh jika semua civitas akademika telah menempatkan buku dan membaca sebagai kebutuhan hidup. Demikian diungkapkan Teguh Trianton, Dosen Prodi PBSI FKIP UMP saat menjawab pertanyaan seorang mahasiwa peserta Up grading aktivis HMPS dan BEM FKIP, yang digagas oleh DEMA FKIP pada Minggu (12/03) kemarin. 

Teguh Trianton PP

Lebih jauh diungkapkan, bahwa kesadaran pentingnya membaca di kalangan mahasiwa tergolong masih rendah. Tradisi berliterasi masih kalah jauh dari tradisi berswafoto, belanja produk kecantikan dan fashion secara online serta tradisi nonton drama Korea. "Mahasiwa belum menempatkan membaca sebagai kebutuhan, mereka tidak butuh buku, sehingga gerakan literasi berhenti sebatas slogan," ujarnya.

Dijelaskan, belum tumbuhnya tradisi berliterasi disebabkan oleh belum tumbuhnya nalar kritis di kalangan mahasiwa dan civitas akademik lainnya. "Mereka belum terbiasa bernalar kritis. Tradisi intelektual yang dibangun belum membuat mahasiwa berani mengungkapkan gagasan secara bertanggung jawab," kata dosen yang pernah bekerja sebagai jurnalis ini.

Di akhir uraiannya, dosen yang telah menulis enam buku ini mengatakan, pentingnya menumbuhkan kesadaran bersama bahwa membaca adalah kebutuhan hidup manusia. Tanpa membaca, peradaban manusia tidak akan tumbuh. Dengan membaca, akan muncul gagasan kreatif, inovatif yang dapat dikembangkan bagi kebaikan hidup bersama.

Lesson Study, Pendampingan Dosen Senior pada Dosen Yunior

 


Setiap dosen mempunyai strategi untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya. PBSI melaksanakan lesson study pada Mata Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia pada akhir November – awal Desember 2016. Salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas mengajar dosen dapat ditempuh dengan mengadakan kegiatan lesson study. Melalui lesson study  dosen merancang sedemikian rupa tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Read more: Lesson Study, Pendampingan Dosen Senior pada Dosen Yunior

Endah Beri Tips Jadi Reporter Majalah Sekolah

Suatu media sekolah akan menjadi hidup jika didukung adanya reporter atau wartawan sekolah yang handal. Melalui reporter yang handal diharapkan dapat memberitakan hal-hal yang dilakukan pihak sekolah kepada khalayak, sehingga keberadaan media sekolah dapat berfungsi sebagai media komunikasi. Di antaranya dapat mengkomunikasikan kepada khalayak tentang prestasi yang dimiliki sekolah, program-program sekolah, kalender akademik sekolah, dan sebagainya.

Endah Kusumaningrum dalam Workshop Majalah Sekolah yang diselenggarakan di MAN Purbalingga pada 10 Maret 2017 lalu, memberikan tips menjadi wartawan sekolah yang baik. “Dimulai dari kerapian pakaian yang sopan, sikap wawancara yang santun,” ujar Endah yang merupakan alumni Prodi PBSI, FKIP UMP pada peserta tentang syarat menjadi wartawan yang baik.

Sebab  menurut Endah, yang kini sedang menempuh studi lanjut di program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia di UMP, penampilan seorang wartawan merupakan hal pertama yang dilihat narasumber. Apalagi bagi seorang reporter majalah sekolah tentu akan dinilai nara sumber, jika reporter tidak terkesan sopan dalam berpakaian akan mengganggu suasana wawancara yang sudah disepakati. Hal lain yang laik diperhatikan bagi reporter sekolah menurut Endah adalah sikap reporter saat wawancara. Menurut Endah, sebaiknya reporter tidak menggurui, memotong ucapan,  dan tidak membantah pernyataan narasumber. Endah menyarankan lebih lanjut agar kegiatan wawancara dapat berjalan lancar maka reporter harus memiliki persiapan bahan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Ragam pertanyaan yang berdasar pada prinsip 5W+1H. Selain itu reporter menyiapkan pula peralatan yang dibutuhkan, misalnya: tape recorder, kamera, alat tulis. Kepada 23 siswa MAN Purbalingga yang menjadi peserta workshop, siang itu Endah menyampaikan materi workshop yang tentang Teknik Wawancara dan Menulis Berita.

Dalam workshop tersebut  Endah menyampaikan pula materi tentang menulis berita.  Menurut Endah, dalam penulisan berita dikenal adanya teknik menulis berita dengan model piramida terbalik. Dalam teknik ini terdapat lead (kepala berita), body (tubuh berita), leg (kaki berita). Teknik menulis berita menggunakan piramida terbalik adalah teknik penulisan yang mengutamakan hal-hal penting terlebih dahulu untuk selanjutnya menuju bagian yang kurang penting. Teknik piramida terbalik yang biasanya digunakan oleh penulis berita yang ada di koran-koran.

Setelah selesai menyampaikan materi, Endah memberikan tugas pada peserta untuk  berperan sebagai narasumber dan wartawan. Setiap peserta berpasangan tidak lebih dari 2 anak. Endah sudah menyiapkan kertas undian yang berisi peran yang harus dimainkan oleh peserta. Peserta diberi waktu 10 menit untuk menyusun pertanyaan, 15 menit untuk wawancara dan 15 menit lagi untuk menyusun informasi yang diperoleh menjadi sebuat berita. Peserta sangat antusias dalam mempraktikkan peran yang mereka dapatkan. Dengan waktu terbatas, peserta belajar menulis berita yang baik. (Luluk -2/2017)

Studi Banding Prodi PBSID Universitas Pasundan di UMP

ekopasundan

Sejumlah 97 mahasiswa dan 4 orang dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) FKIP, Universitas Pasundan Bandungmengadakan studi banding ke prodi PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto,  7 Maret 2017. “Semoga kegiatan silaturahmi ini mendapat barokah dari Allah Swt,” demikian dinyatakan oleh Drs. Dindin MZM, M. Pd.,saat memberikan sambutan. Para dosen dan mahasiswa dari PBSID, Unpas Bandung berharap kegiatan silaturahmi dapat bermanfaat  bagi kedua belah pihak.

Read more: Studi Banding Prodi PBSID Universitas Pasundan di UMP

Hubungi Kami

  Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  Universitas Muhammadiyah Purwokerto

  Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202

  Purwokerto 53182

  Kembaran, Banyumas

  Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 134

  Fax  : (0281) 637239